All about the latest information in today

Breaking

Jumat, 23 Februari 2018

Wanita Yazidi yang Jadi Budak Seks ISIS Beberkan Kisahnya

Farida Abbas Khalaf, perempuan etnis Yazidi yang sempat menjadi budak seks anggota ISIS.
Bitnews - Farida Abbas Khalaf tadinya adalahmahasiswa biasa di Irak. Namun, hidupnya berubah pada 2014.

Kepada Daily Mirror, Kamis (22/2/2018), Khalaf bercerita, ketika tersebut kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) menyerang desanya.

Adapun Khalaf ialah perempuan Yazidi. Sebuah etnis yang adalahminoritas di Irak dengan perkiraan jumlah 100.000 orang.

Setiap laki-laki yang terdapat di desa Khalaf dibunuh. Sementara dia serta semua perempuan lainnya ditawan dan diangkut ke Raqqa yang adalahibu kota ISIS di Suriah.

Selama empat bulan berikutnya, dunia Khalaf seakan runtuh sesudah dia menjadi tawanan anggota ISIS.

Setiap hari, Khalaf tidak sekadar dianiaya dan diajak untuk melakukan sekian banyak  pekerjaan lokasi tinggal tangga, laksana memasak dan membasuh pakaian anggota ISIS.

Dia pun menjadi budak seks kumpulan radikal tersebut. "Setiap kali diperkosa, mereka pun menyiksa saya," kenang Khalaf.

Bahkan, Khalaf menyatakan pernah dipaksa menyaksikan seorang bocah wanita berusia delapan tahun diperkosa.

Selama dua bulan kesatu, Khalaf menerima perlakuan tidak manusiawi yang membuatnya terluka dan kendala untuk berjalan.

Penderitaannya tidak berhenti hingga di situ. Dia pun pernah dipasarkan dari anggota ke anggota ISIS lainnya.

Khalaf mengaku, dia berjuang menjaga supaya mentalnya tidak terganggu dengan menilik sang ayah yang sudah tiada.

Ayah Khalaf sering berbicara kepadanya bahwa dia ialah perempuan yang powerful dan pemberani. 

"Saya merasa ayah selalu bareng saya saat memikirkan masing-masing ucapannya," ujar Khalaf.

Di samping itu, penganiayaan dan pemerkosaan bocah delapan tahun di depan matanya kian membuatnya kuat guna bertahan menghadapi sekian banyak  siksaan tersebut.

Kesempatan kabur terbuka saat salah satu petinggi ISIS mengancam akan membunuhnya.

Dia dan lima wanita Yazidi lainnya kabur pada malam hari dan mengupayakan bersembunyi di salah satu lokasi tinggal warga keesokan paginya.

Saat itu, Khalaf menyatakan tidak memahami apakah lokasi tinggal yang dia ketuk ialah rumah anggota ISIS atau bukan.

Beruntungnya Khalaf, family yang terdapat dalam lokasi tinggal bukan anggota ISIS. Mereka menerima Khalaf dan wanita lainnya sekitar tiga hari.

Meski demikian, mereka mesti dimintai sebanyak besar duit sebagai ongkos bersembunyi. Khalaf dan korban ISIS lainnya sukses kembali ke Irak.

Saat ini, Khalaf diadukan tinggal di Jerman. Dia mulai mengatur kembali kehidupannya sesudah bertunangan dengan Nazhan Alias Hassan, yang pun sesama orang Yazidi.

Dia aktif dalam lembaga non-profit mempunyai nama Yazda yang berjuang membawa anggota ISIS guna diadili.

Khalaf juga berjuang mendapatkan pernyataan dunia bahwa ISIS sudah membantai Yazidi di Irak dan Suriah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar