All about the latest information in today

Breaking

Rabu, 07 Februari 2018

Mendag Resmikan Sistem Deteksi Penipuan untuk Perdagangan Berjangka

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menyampaikan hasil rapat kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menyampaikan hasil rapat kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat
Bitnews - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita Mendag juga meresmikan Sistem Pengawasan Transaksi Tunggal Sistem Perdagangan Alternatif (SPTT-SPA) untuk kegiatan perdagangan berjangka Indonesia.

SPTT-SPA merupakan salah satu sistem informasi yang dibangun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi ( Bappebti) untuk mendeteksi secara dini adanya penipuan keuangan industri perdagangan berjangka dan derivatif di Indonesia.

SPTT-SPA akan digunakan Bappepti, Bursa Berjangka, dan Lembaga Kliring Berjangka untuk melakukan pengawasan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).

"SPTT-SPA ini dibuat agar tidak ada pihak yang dapat memanipulasi transaksi nasabah," kata Mendag, melalui siaran pers, Rabu (7/2/2018).

Peresmian SPTT-SPA ini seusai diskusi umum bertemakan ‘Sinergi Industri Perdagangan Berjangka KOmoditas (PBK), Sistem Resi Gudang (SRG), dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) di Era Perdagangan Digital dalam Mendorong pertumbuhan Ekonomi Nasional’ yang digelar di Auditorium Kemendag, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Pemanfaatan SPTT-SPA didasarkan pada perkembangan transaksi perdagangan berjangka yang masih didominasi transaksi SPA.

Transaksi perdagangan berjangka pada tahun 2017 sebesar 7,04 juta lot, terdiri dari transaksi SPA sebesar 5,71 Juta lot (81,09 persen) dan transaksi multilateral sebesar 1,33 Juta lot (18,91 persen).

Menurut Mendag, diharapkan dengan adanya SPTT-SPA ini dapat menciptakan integritas dalam perdagangan berjangka.

"Dengan diimplementasikannya SPTT-SPA ini, maka Bappebti dapat mencabut moratorium dan membuka perizinan pelaku usaha di bidang Sistem Perdagangan Alternatif secara terbatas dan bertahap,” ungkap Mendag.

Sinergi PBK, SRG dan PLK

Kemendag melalui Bappebti akan menyelaraskan arah kebijakannya untuk mendukung peningkatan kinerja perdagangan.

Langkah yang akan ditempuh Bappebti yaitu meningkatkan daya saing produk dan ekspor serta pengendalian impor melalui optimalisasi pemanfaatan bursa berjangka komoditi sebagai sarana lindung nilai, pembentukan harga, penetapan efisiensi harga, dan sarana investasi.

Selain itu, Bappebti berperan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah melalui percepatan implementasi SRG sebagai sarana tunda jual, pemantauan stok komoditas dan alternatif pembiayaan modal kerja bagi Petani, UKM, Koperasi, dan pelaku usaha.

Bappebti juga berperan meningkatkan optimalisasi PLK untuk efisiensi mata rantai perdagangan, sarana pembentukan harga, penetapan referensi harga, dan menunjang perdagangan ekspor komoditas unggulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar