All about the latest information in today

Breaking

Rabu, 07 Februari 2018

Kemendikbud Larang Anak-Anak Main Game Mobile Legends

Game Mobile Legend
Game Mobile Legend
Bitnews - Baru-baru ini beredar pesan berantai di aplikasi pesan instan yang menginformasikan ada sejumlah game yang dianggap berbahaya bagi anak-anak.

Isi pesan singkat itu menyebutkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui kanal Sahabat Keluarga menginformasikan daftar 16 gim yang dianggap berbahaya bagi anak, lengkap dengan tautan artikel yang dimaksud.

Sekadar informasi, ini bukan pertama kali pesan berantai ini ramai muncul di aplikasi pesan instan. Sebelumnya, pesan serupa pun sempat beredar.

Bedanya, pesan sebelumnya hanya menyebutkan 15 judul game, dan kali ini menjadi 16, dengan judul game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) Mobile Legends sebagai tambahannya.

Untuk memastikan kebenaran pesan tersebut, Bitnews pun berusaha menelusuri tautan ini. Namun, artikel yang dimaksud di pesan singkat itu sudah tidak ada.

Kill monster di jungle dan minion yang ada di area
Kill monster di jungle dan minion yang ada di area
Tak berhenti di sana, kami pun coba menghubungi pihak Kemendikbud dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) terkait daftar tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, baik Kemendikbud dan AGI masih belum memberikan jawabannya.

Daftar Gim yang Dimaksud

Ilustrasi bermain game
Ilustrasi bermain game
Seperti disebutkan, beredar pesan singkat yang mengumumkan sejumlah judul game yang dianggap berbahaya bagi anak-anak.

Adapun judul-judul game tersebut adalah World of Warcraft, Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Kombat, Future Cop, Carmageddon, Shelshock, Raising Force, Atlantica, Conflict Vietnam, Bully, Grand Theft Auto, dan Mobile Legends.

Dari ke-16 judul game yang disebutkan, cukup mengejutkan melihat judul game Mobile Legends masuk ke dalam daftar ini.

Terlebih game MOBA buatan Moonton ini memang sedang booming di kalangan gamer Asia, termasuk Indonesia.

Lebih lanjut, pesan tersebut juga menyertakan sebuah penelitian dari Iowa State University Amerika Serikat yang mengungkap, main game yang mengandung unsur kekerasan dapat menyebabkan seorang anak “mati rasa”.

"Anak akan mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati, tidak bisa menghormati orangtuanya atau kepada orang lain," kutip pesan singkat tersebut.

Mereka juga menyebutkan, "Anak akan tidak bisa fokus belajar, apalagi yang ada iming-iming hadiah game sebesar Rp 7 milliar. Sangat mengganggu pikiran anak, tidak pernah bisa tidur malam sampai jam 03.00, sehigga sulit bangun pagi apalagi subuhan."

So, benarkan main game dapat memimicu kekerasan dan membuat anak tidak fokus belajar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar