All about the latest information in today

Breaking

Kamis, 22 Februari 2018

Kasihan Pegawai Negeri, Gajinya Hanya Cukup Sampai Tanggal 7, Mau Ditarik Zakat Lagi

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin seusai menghadiri International Conference for Defending Palestinian Rights di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Bitnews - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin meminta pemerintah mempertimbangkan matang-matang soal wacana unik zakat dari aparatur sipil negara muslim.

Berdasarkan keterangan dari dia, urusan tersebut kemungkinan dapat menjadi beban untuk sejumlah pegawai.

"Kasihan pegawai negeri yang gajinya hanya lumayan sampai tanggal 7 inginkan ditarik lagi. Terutama pegawai negeri kecil," ujar Din di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Din pun mempertanyakan dalil pemerintah tiba-tiba hendak menarik duit zakat dari ASN.

Ia mengatakan, pemberian zakat, infaq, sedekah, memang mesti hukumnya. Namun, mekanismenya telah berlaku di hukum agama yang sekitar ini diterapkan terhadap umat muslim.

"Janganlah yang sudah dilangsungkan di masyarakat, negara ikut campur," kata Din.

Din mengatakan, organisasi kemasyarakatan berbasis Islam juga dapat merugi sebab sumber pendapatannya guna berdakwah jadi berkurang sebab uang zakat dikelola pemerintah.

Oleh sebab itu, Din meminta supaya wacana tersebut dikaji ulang dari segi akibat maupun legalitas hukumnya.

"Jangan yang sudah dilangsungkan di masyarakat lantas ada sesuatu peraturan sistemik oleh negara," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mewacanakan pembentukan Perpres zakat untuk ASN.

Melalui Perpres tersebut, ASN beragama Islam diimbau menyerahkan zakat sebesar 2,5 persen.

"Ini bukan paksaan, lebih untuk imbauan ya," ujar Lukman.

Pungutan zakat itu akan dikelola dan dimanfaatkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Meski demikian, ASN beragama Islam yang keberatan menyerahkan zakat itu dapat mengucapkan permohonan.

Lukman mengungkapkan, potensi zakat untuk kepentingan rakyat Indonesia paling besar.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya menjaring pada sektor itu demi optimalisasi pemakaian zakat.

"ASN jumlahnya lebih dari 4 juta ya. Potensi zakat paling besar. Kami hendak potensi ini diaktualisasikan sampai-sampai lebih tidak sedikit masyarakat yang mendapatkan guna dari dana zakat," ujar Lukman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar