All about the latest information in today

Breaking

Selasa, 20 Februari 2018

Kalimantan Barat Target Produksi 1,6 Juta Ton Beras pada 2018

Ilustrasi sawah
Ilustrasi sawah
Bitnews - Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menargetkan produksi beras sebanyak 1,6 juta ton dari pertanian di seluruh wilayah kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Barat pada tahun ini.

Penetapan target tersebut disampaikan kepala Dinas Pertanian Kalimantan Barat Heronimus Hero usai Rapat Koordinasi Upsus Padi, Jagung dan Kedelai serta Serap Gabah Petani Tahun 2018 yang diselenggarakan di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/2/2018).

"Untuk Kalbar target kita tahun ini 1,6 juta ton. Pada tahun 2017 kemarin, kita surplus dan mencapai hasil produksi 1,5 juta ton," ungkap Hero.

Hero menambahkan dalam kurun dua tahun terakhir terjadi peningkatan hasil produksi yang cukup baik yaitu dari 1,3 juta ton pada tahun 2016 meningkat menjadi 1,5 juta ton pada tahun 2017.

"Ada peningkatan sebanyak 200.000 ton hasil produksi dari tahun sebelumnya, sehingga untuk tahun ini kita targetkan meningkat lagi dan bertambah 100.000 ton menjadi 1,6 juta ton," jelasnya.

Target panen padi tersebut berdasarkan perhitungan dari jumlah luasan lahan pertanian yang mencapai 600.000 hektar, yang menggunakan benih padi sebanyak lebih dari 50.000 ton.

"Satu hektar rata-rata menggunakan benih sebanyak 25 kilogram, sehingga untuk jumlah seluas itu kita membutuhkan diatas 50.000 ton benih yang sudah disiapkan dalam program pemerintah," ucapnya.

Terkait adanya ekspor beras ke negara Malaysia pada bulan Oktober 2017 yang lalu, Hero mengatakan bahwa hal tersebut merupakan dampak dari meningkatnya hasil pertanian di Kalbar yang mencapai surplus.

Menambah Luas Tanam

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan rapat koordinasi yang ia hadiri tersebut membahas beberapa hal terkait dengan upaya meningkatkan hasil produksi pertanian khususnya di Kalbar, salah satunya adalah menambah luas tambah tanam (LTT).

Berdasarkan hasil evaluasi dalam rapat tersebut, tercatat dari Oktober 2017 hingga Januari 2018 Kalbar mengalami surplus luas lahan mencapai 12.000 hektar.

"Tadi hasil evaluasi untuk Oktober hingga Januari, Alhamdulillah Kalbar LTT Nya surplus diatas 12.000 hektar, dari tahun 2017 yang luas nya 215.000 hektar menjadi 227.000 hektar pada tahun 2018 ini," ungkap Momon.

Selain membahas masalah LTT, sambung Momon, rapat koordinasi tersebut juga membahas bagaimana mengoptimalkan alat dan mesin pertanian terutama traktor serta combine harvester dalam rangka mendukung produksi beras di Kalbar.

Warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan menanam padi di halaman rumah dengan menggunakan media tanah yang dimasukkan dalam kantong plastik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar